10 Jenis Benang Rajut yang Digunakan untuk Merajut! Merajut merupakan suatu kegiatan atau metode atau teknik yang dilakukan dalam membuat sebuah produk rajutan, misalnya pakaian rajut, tas rajut, jaket rajut, atau pernak-pernik lain yang terbuat dari bahan rajutan. Merajut juga identik dengan sebuah kerajinan yang material dasarnya adalah benang rajut. Teknik yang sering digunakan adalah membuat simpulan atau anyaman.

Barang-Barang yang Biasanya Dipakai dalam Kegiatan Merajut

Sebelum mengenal jenis-jenis benang rajut, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu barang-barang yang familiar untuk dipakai ketika sedang merajut. Beberapa barang yang sering diperlukan ketika membuat produk rajutan adalah sebagai berikut.

Benang Rajut Sebagai Material Utama

Satu barang yang penting adalah benang rajut itu sendiri. Benang rajut tentu saja digunakan sebagai material utama untuk membuat produk rajutan. Karena cukup banyak jenis-jenis benang untuk kegiatan merajut, maka yang perlu kamu pahami adalah pilih jenis benang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut. Misalnya jika kamu ingin membuat sebuah jaket rajut, maka pilih jenis benang rajut yang lebih tebal.

Alat Hakpen, Barang yang Akan Membantu Membentuk Pola Rajutan

Barang ini merupakan alat penting dalam membuat produk rajutan. Bentuk jarumnya berbeda dengan jarum yang biasanya digunakan untuk menjahit. pada jarum hakpen, ujungnya tidak terlalu lancip dan biasanya terbuat dari kayu. Jarum digunakan ketika kamu ingin merajut dengan menggunakan teknik crochet.

Alat Gunting untuk Membantu Membuang Sisa Benang

Selain alat hakpen dan benang untuk kegiatan merajut, barang yang kamu perlukan adalah gunting. Gunting ini meskipun sebagai barang pendukung dalam merajut, tapi cukup memudahkan ketika tahapan mengganti benang baru atau saat proses merajut telah selesai.

Jarum Jahit untuk Rajut

Kata siapa jarum jahit tidak diperlukan ketika membuat produk rajutan? Ternyata jarum jahit memiliki perannya sendiri dalam menyimpan ataupun merapikan sisa benang rajutan. Jarum jahit bisa membantu dalam mengaplikasikan pernak-pernik tambahan. Tapi yang perlu kamu perhatikan adalah cari lubang jarum yang lebih besar agar benang rajut bisa mudah tarkait.

Lem Sebagai Perekat

Ternyata tidak hanya benang untuk kegiatan merajut saja barang yang sering ditemukan ketika merajut. Sebagai barang perekat, tentunya lem juga bisa digunakan sewaktu-waktu dalam merajut. Hal ini bisa kamu manfaatkan ketika ingin menambahkan sebuah aksesoris tertentu dalam produk rajutan kamu.

Daftar 10 Jenis Benang Rajut untuk Kegiatan Merajut

Setelah mengenal barang-barang yang biasanya ada ketika melakukan kegiatan merajut, berikut ini akan dijelaskan mengenai jenis-jenis benang yang biasanya dipakai sebagai material utama untuk merajut.

Jenis Benang Rajut Wol Kenari

Jenis benang untuk kegiatan merajut ini menjadi benang yang paling dikenal untuk membuat produk rajutan. Seperti yang sering kamu temui, jenis ini ukurannya cukup tebal dan lebih besar jika dibandingkan dengan benang untuk menjahit. Produk yang biasanya dihasilkan adalah jaket rajut atau sebuah syal. Namun perawatannya perlu diperhatikan karena benang ini bisa kusut.

Jenis Benang Nylon

Jenis benang yang satu ini lebih cocok diaplikasikan untuk membuat produk seperti boneka atau pernak-pernik lain. Mengapa? Karena benang ini lebih kaku dan tidak nyaman jika dipakai. Namun, kelebihannya adalah benang ini lebih kuat dan lebih awet disamping harganya yang cukup sesuai kantong.

Jenis Benang Panda

Jenis benang untuk kegiatan merajut ini termasuk dalam jenis benang yang terbuat dari katun. Sehingga tekstur dan sifat benangnya juga tidak begitu jauh dengan katun, yaitu cukup lembut dan bisa dijadikan sebagai bahan dasar dari pembuatan produk rajut seperti pakaian bayi ataupun sweater.

Jenis Benang Rajut Polyester

Jenis benang selanjutnya adalah benang polyester yang memiliki kelebihan lebih tahan dan awet karena cukup sulit untuk mengkerut. Jenis benang ini dibuat dari komposisi serat polyester dengan kemampuan serap yang rendah. Jenis benang ini biasanya pas untuk pembuatan produk seperti tas, bros, bahkan dompet dan taplak.

Jenis Benang Katun Orchid

Jenis benang untuk kegiatan merajut selanjutnya yang cukup dikenal dalam dunia merajut adalah jenis benang katun. Bahan yang lembut dan tekstur yang pecah ini bisa dijadikan material dasar dari pembuatan produk sweater atau juga baju bayi.

Jenis Benang Jala

Tampilan dari benang ini adalah kecil dan cukup halus namun rapi. Karena bentuk benangnya seperti itu, maka penggunaannya lebih cocok jika dijadikan renda untuk pinggiran dari syal, kerudung atau taplak meja.

Jenis Benang Rayon

Jenis benang untuk kegiatan merajut selanjutnya yaitu jenis benang rayon yang cukup pas untuk musim panas. Jenis benang ini sifatnya halus dan kesannya jatuh ketika digunakan. Biasanya digunakan sebagai material untuk pembuatan produk topi atau tas.

Jenis Benang Athena

Selanjutnya adalah jenis benang Athena yang merupakan campuran dari bahan wol dan acrylic. Jenis benang ini juga cukup lembut dan sangat bisa digunakan dalam pembuatan produk syal.

Jenis Benang Bulky

Jenis benang untuk kegiatan merajut selanjutnya adalah jenis benang dengan sifatnya yang lembut dan juga sedikit berbulu. Dengan sifat benang tersebut maka pas jika digunakan sebagai bahan material pembuatan syal, scraf, ataupun topi.

Jenis Benang Minlon

Jenis benang terakhir yaitu benang dengan sifat yang lembut dan juga ringan, sehingga pas untuk pembuatan produk syal.

Kesimpulan

Itulah beberapa informasi mengenai 10 jenis benang rajut untuk kegiatan merajut. Semoga informasi ini dapat membantu kamu mengenal lebih dalam mengenai jenis benang yang digunakan ketika membuat produk rajutan. Supaya produk kerajinan berupa rajutan yang dihasilkan bisa sesuai yang kamu mau, jangan sampai ketinggalan membaca informasi ini ya!

About the Author

muhammad sholeh

Administrator dan Customer Service Flanel Shop Indonesia. Anda bisa menghubungi saya melalui email : [email protected] HP / WhatsApp : +6285643333173. Pin BB BY Request.

View All Articles